Kelebihan dan Kekurangan Bahan Bakar Fosil

hudson-ranch-power-i_high-res-1

Bahan bakar fosil yaitu bahan bakar (minyak) yang datang dari fosil tanaman dan hewan yang berumur jutaan tahun. Bahan bakar ini terbentuk dari beberapa bekas tanaman membusuk dan hewan dari masa Carboniferous. Tiga sumber bahan bakar fosil yakni batubara, gas alam dan minyak/minyak bumi jadi tulang punggung pemenuhan daya dan listrik dunia sekarang ini. Keinginan daya dunia selalu bertambah dan akan tidak pernahmenurun. Revolusi industri sudah buka jalan pemakaian bahan bakar fosil dengan cara masif dan hal itu masihlah berjalan.

Menjaga mesin kendaraan adalah tergantung pada bahan bakar yang di gunakan. Jika anda ingin mesin anda tetap awet dan terjaga gunakanlah pertamina solusi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan. Tetapi produk dari pertamina tidak kalah saingnya dengan bahan bakar alternatif pengganti BBM.

Bahan bakar fosil yaitu sumber daya paling utama yang dipakai didunia sekarang ini. Namun jika mengkonsumsi bahan bakar ini terlalu berlebih bisa mengakibatkan permasalahan lingkungan yang serius seperti polusi hawa. Saat dalam sistem pembakaran, bahan bakar fosil melepas gas karbon dioksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida dan sebagainya yang bisa mempunyai merugikan lingkungan. Bahan bakar ini yaitu sumber-sumber daya tak paling barukan karena mereka datang dari fosil prasejarah dan akan tidak ada lagi sesudah seutuhnya dipakai. Sumber-sumber daya ini terbatas dan selalu menipis dengan tingkat yang cepat.

Keunggulan Bahan Bakar Fosil

  • dapat membuahkan listrik dalam jumlah besar di satu tempat
  • relatif lebih gampang untuk diketemukan
  • relatif irit cost
  • transportasi gampang lewat pipa
  • bahan bakar ini begitu stabil apabila dibanding dengan zat lain
  • untuk sekarang ini tersedia banyak
  • mempunyai potensi besar untuk melistriki semua dunia
  • sudah teruju dan mempunyai potensi untuk pembangunan berkepanjangan tambah lebih murah dari pada bentuk-bentuk non- konvensional energi

Kekurangan Bahan Bakar Fosil

1. Bahaya Lingkungan : Pencemaran lingkungan adalah satu diantara kekurangan paling utama berbahan bakar fosil. Telah menjad kenyataan yang di ketahui kebanyakan orang kalau karbon dioksida, yang disebut gas yang dilepaskan saat bahan bakar fosil dibakar, adalah satu diantara gas paling utama yang bertanggungjawab untuk pemanasan global. Kenaikan suhu bumi sudah menyebabkan mencairnya es di kutub, banjir daerah dataran rendah dan kenaikan permukaan air laut. Jika keadaan ini berlanjut, Bumi kita mungkin hadapi sebagian konsekwensi serius kurun waktu dekat.

2. Harga minyak yang bertambah : negara Tengah-timur mempunyai cadangan besar minyak dan gas alam dan banyak negara lain yang bergantung pada mereka untuk supply bahan bakar ini. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yaitu grup 13 negara termasuk juga Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan UEA. Mereka bertanggungjawab untuk 40 % dari produksi minyak dunia dan memegang sebagian besar cadangan minyak dunia, menurut Administrasi Info Daya (EIA). OPEC selalu memonitor volume minyak yang dikonsumsi dan lalu sesuaikan produksi sendiri untuk menjaga harga per barel yang dikehendaki. Hal semacam ini mengakibatkan fluktuasi harga di semua dunia.

3. Hujan Asam : Sulfur dioksida yaitu satu diantara polutan yang dilepaskan saat bahan bakar fosil dibakar dan adalah penyebabnya paling utama hujan asam. Hujan asam bisa mengakibatkan rusaknya bangunan yang terbagi dalam bata. Bahkan juga tanaman bisa dipengaruhi karena pengasaman tanah liat. Pertambangan batubara mengakibatkan rusaknya ekosistem serta membahayakan nyawa penambang.

4. Dampak pada Kesehatan Manusia : Polusi dari kendaraan dan pembangkit listrik batubara bertenaga bisa mengakibatkan bahaya lingkungan yang serius. Penyakit polusi berkaitan sekitar dari enteng hingga kronis dan dengan cara penting bisa memengaruhi kwalitas hidup seorang. Polusi hawa bisa mengakibatkan asma, masalah paru obstruktif kritis atau COPD dan kanker paru-paru. Paparan periode panjang bisa tingkatkan infeksi pernapasan pada populasi umum. Anak-anak dan orangtua yang paling rawan untuk fine partikulat dan toxicants hawa yang lain.

5. Tak Paling barukan : Sekarang ini, bahan bakar fosil alami eksploitasi yang begitu tinggi untuk penuhi kesenjangan pada keinginan dan penawaran dan diprediksikan kalau bahan bakar ini akan habis dalam 30-40 tahun ke depan. Karena tidak paling barukan, maka ada peluang kalau cost bahan bakar berkualitas akan hadapi kenaikan tajam kurun waktu dekat. Perlu jutaan tahun lagi untuk ganti minyak, gas dan batubara yang sudah digunakan dan ini bermakna kalau kita akan tidak dapat lagi mobil berkendara terkecuali kita berpindah ke mobil listrik yang memakai daya dari sumber daya paling barukan. Sekali sumber-sumber daya tak paling barukan betul-betul habis, tak ada lagi yang ketinggalan.

6. Efek tumpahan minyak pada kehidupan air : Bahan bakar fosil diperlukan dalam cadangan besar dimana juga pembangkitnya. Ini mengharuskan bahan bakar untuk diangkut ke tempat yang dikehendaki lewat truk, kereta api, kapal atau pesawat. Kerap kita mendengar dari ada kebocoran di kapal tanker minyak atau kapal terbenam yang membawa minyak mentah. Efek dari ini yaitu kalau minyak mentah memiliki kandungan zat-zat beracun yang apabila bercampur dengan air menyebabkan efek serius pada kehidupan air. Transportasi minyak mentah lewat laut bisa mengakibatkan tumpahan minyak yang bisa menyebabkan bahaya pada kehidupan air dengan kurangi kandungan oksigen di air.

7. Pertambangan Batubara : Ekstraksi batubara dari daerah yang mempunyai cadangan besar bukan sekedar pekerjaan yang susah dan beresiko, namun juga menyebabkan bahaya kesehatan yang serius bagi kehidupan sebagian pekerja yang bekerja disana. Pertambangan batubara menghancurkan tanah pada lokasi yang luas dan menyebabkan tidak seimbangan ekologi.

8. Butuh Jumlah Besar Cadangan : The pembangkit listrik batubara memerlukan supply besar dan teratur batubara untuk membuahkan beberapa besar daya dengan cara konstan. Ini bermakna kalau pembangkit ini banyak bahan bakar di dekat pembangkit listrik untuk melakukan sistem membuahkan daya. Hal semacam ini dibutuhkan karena banyak negara yang masihlah tergantung pada batubara sebagai sumber paling utama untuk membuahkan tenaga.

Tehnologi untuk memperoleh minyak semakin banyak dari bumi alami perkembangan, namun mereka nampaknya akan tidak mengerjakannya secepat keinginan daya tumbuh. Diluar itu, sesaat batubara jauh semakin banyak dari pada minyak, ekstraksi batubara dapat begitu tak aman, dan mengakibatkan kerusakan lingkungan dalam taraf besar, mengakibatkan erosi, pengasaman lingkungan, dan perusakan tanah.

Walau bahan bakar fosil bisa penuhi keperluan daya kita sekarang ini, tetapi kita butuh mempersiapkan sumber daya paling barukan sebagai daya alternatif seperti turbin angin, panel surya, generator gunakan surut dan biomassa. Seperti yang disebutkan oleh filsuf, semua cukup untuk keperluan tiap-tiap orang, walau demikian kurang untuk keserakahan satu orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s