K3LH itu apa ?

Tiap-tiap lakukan satu pekerjaan kita mesti memerhatikan K3LH supaya tak berlangsung kekeliruan yang bisa menyebabkan fatal. Diluar itu kita mesti memerhatikan kebersihan yang ada pada lingkungan kerja supaya bisa membuat situasi yang nyaman dan sehat. Sehat artinya kalau lingkungan itu sudah betul-betul bersih. Nyaman mempunyai arti yang memberikan kalau tempat itu memanglah rapi dan indah dan enak untuk dipandang

B. Keselamatan Kerja
Yakni usaha untuk sebisa-bisanya memberi jaminan keadaan kerja yang aman dan sehat untuk menghindar kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja pada tiap-tiap karyawan dan untukmelindungi sumber daya manusia.
Aspek-faktor pendukung keselamatan kerja yakni :
a. Penyusunan jam kerja dengan memerhatikan keadaan fit untuk pekerja
b. Penyusunan jam istirahat yang ideal untuk melindungi stabilitas untuk bekerja
c. Penyusunan Pemakaian perlengkapan kantor yang menanggung kesehatan kerja pekerja
d. Penyusunan Sikap badan dan anggota tubuh yang efisien yg tidak menyebabkan masalah saat bekerja
e. Penyediaan fasilitas membuat perlindungan keselamatan kerja pekerja
f. Kedisiplinan pekerja untuk mentaati ketetapan pemakaian perlengkapan kerja dan perlindungan keselamatan kerja yang sudah disiapkan dan ditata dengan SOP (Standard Operating Prosedur) yang sudah diputuskan

C. Kesehatan Kerja
Yakni Satu keadaan yang maksimal/optimal dengan tunjukkan kondisi yang fit untuk mensupport terlaksananya aktivitas kerja dalam rencana merampungkan sistem penyelesaian pekerjaan dengan cara efisien.
Aspek-faktor pendukung kesehatan kerja yakni :
a. Pola makan yang sehat dan bergizi
b. Pola penyusunan jam kerja yg tidak menganggu kesehatan pekerja
c. Pola penyusunan istirahat yang cukup pada pekerja/profesiona
d. Pola penyusunan tatacara sikap bekerja dengan cara ergonomi
e. Pola penyusunan lingkungan yang serasi yg tidak mengganggu kejiwaan
f. Pola penyusunan tata ruangan kerja sehat
g. Pola penyusunan tata warna dinding dan perabotan yg tidak ganggu kesehatan
h. Pola penyusunan penerangan ruangan kerja yang memadai
i. Pola perlindungan atas pemakaian perlengkapan yang menyebabkan masalah kesehatan
D. Basic Hukum K3
Undang-Undang No. 1 Th. 1970 mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Yang ditata oleh Undang-Undang ini yaitu keselamatan kerja dalam semua tempat kerja baik di darat, didalam tanah, di permukaan air, didalam air ataupun di hawa, yang ada didalam lokasi kekuasaan hukum Republik Indonesia.

E. Maksud K3

a) Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam lakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan tingkatkan produksi dan produktivitas nasional
b) Menanggung keselamatan tiap-tiap orang lain yang ada ditempat kerja tersebut
c) Memeliharan sumber produksi supaya bisa dipakai dengan cara aman dan efisien

F. Kebijakan dan Prosedur K3
a) Unsur manusia :
— Adalah usaha preventif supaya tak berlangsung kecelakaan atau paling untuk tidak menghimpit munculnya kecelakaan jadi seminimal mungkin (kurangi terjadinya kecelakaan).
— Menghindar atau sekurang-kurangnya kurangi munculnya cidera, penyakit, cacat bahkan juga kematian yang disebabkan oleh kecelakaan kerja.
— Sediakan tempat kerja dan sarana kerja yang aman, nyaman dan terjamin hingga etos kerja tinggi, produktifitas kerja bertambah.
— Aplikasi cara kerja dan cara keselamatan kerja yang baik hingga beberapa pekerja bisa bekerja dengan cara efisien dan efektif.
— Untuk tingkatkan kesejahteraan pekerja.

b) Unsur pekerjaan :
— Mengamankan tempat kerja, perlengkapan kerja, material (beberapa bahan), konstruksi, instalasi pekerjaan dan beragam sumber daya yang lain.
— Tingkatkan produktifitas pekerjaan dan menanggung keberlangsungan produksinya.
— Terwujudnya tempat kerja yang aman, nyaman dan terjamin keberlangsungannya.
— Terwujudnya proses pekerjaan yang pas saat dengan hasil yang baik dan memuaskan.

c) Unsur perusahaan :
— Menghimpit beaya operasional pekerjaan hingga keuntungan jadi semakin besar, perusahaan dapat lebih berkembang dan kesejahteraan karyawan bisa ditingkatkan.
— Wujudkan kenikmatan pelanggan (pemberi kerja) hingga peluang perusahaan untuk mencari dan memperoleh pekerjaan semakin banyak.
— Terwujudnya perusahaan yang sehat

Kecelakaan
Peristiwa yg tidak terduga (tak ada unsur kesengajaan) dan tak diinginkan karena menyebabkan kerugian, baik material ataupun penderitaan bagi yang merasakannya.

Penyebabnya Kecelakaan
a) Aspek Internal
1. Kecenderungan seorang untuk memperoleh kecelakaan, jika tengah melakukan pekerjaan tertentu.
2. Kekuatan dan kecakapan seorang yang terbatas dan tak berimbang dengan pekerjaan yang diakukan.
3. Sikap dan tingkah laku yg tidak baik dalam melakukan pekerjaan umpamanya merokok ditempat yang membahayakan, bekerja sembari bercanda, tak mematuhi ketentuan keselamatan kerja dll.
b) Aspek External
1. Pendelegasian dan pembagian pekerjaan pada beberapa pekerja yg tidak seimbang dan kurang terang.

Jenis pekerjaan yang diakukan memiliki kemungkinan kecelakaan cukup tinggi (rawan).
Prasarana dan fasilitas kerja yg tidak mencukupi.
Gaji dan kesejahteraan karyawan yang rendah.
Munculnya gejolak sosial, ekonomi dan politik yang menyebabkan timbulnya keresahan pada beberapa pekerja.
Lingkungan dan perlengkapan kerja yg tidak penuhi standard keselamatan kerja, umpamanya lantai berair dan licin, ruang kerja berdebu, ruang kerja bersuhu tinggi, mesin-mesin yg tidak dilindungi, keadaan hujan, perlengkapan kerja rusak dll.
Akibat Kecelakaan
5K, yakni :
1. Rusaknya
2. Kekacauan Organisasi
3. Keluhan dan Kesedihan
4. Kelaianan dan Cacat
5. Kematian

Klasifikasi Kecelakaan
a) Menurut jenis kecelakaan (Terjatuh)
– Tertimpa benda jatuh
– Tertumbuk atau terserang benda
– Terjepit oleh benda
– Dampak suhu tinggi
– Terserang sengatan arus listrik
– Tersambar petir

b) Menurut sumber kecelakaan
a. Dari mesin
b. Alat angkut dan alat angkat
c. Bahan/zat erbahaya dan radiasi
d. Lingkungan kerja
c) Menurut Karakter Luka atau Kelainan
Patah tulang, memar, gegar otak, luka bakar, keracunan mendadak, akibat cuaca

Kondisi yang termasuk Berbahaya
1. Perlengkapan kerja yang rusak dan tak dapat berperan seperti harusnya.
2. Mesin-mesin yg tidak terproteksi dengan baik.
3. Tempat kerja yang membahayakan (berdebu, licin, becek, berminyak, panas, berbau menyengat, sangat dingin dll).
4. Konstruksi atau instalasi pekerjaan yg tidak penuhi prasyarat.
Perbuatan yang Berbahaya
1. Bekerja asal-asalan tanpa ada menghiraukan ketetapan dan ketentuan keselamatan kerja.
2. Bekerja tanpa ada memakai pakaian atau memakai pakaian yang kedodoran.
3. Bekerja sembari bersendau gurau, merokok
4. Buka dengan berniat peralatan pelindung mesin dan instalasi pekerjaan yang membahayakan.

Mencegah Kecelakaan
1. Menyiapkan pekerja agar bisa bekerja dengan aman lewat cara :
a. Memberi keterangan dan contoh bagaimana melakukan satu pekerjaan.
b. Memberi keterangan dan contoh bagaimana satu pekerjaan mesti ditangani dengan aman.
c. Menerangkan perlengkapan kerja dan alat-alat keselamatan kerja yang digunakan, termasuk juga cara pemakaiannya.
d. Menerangkan mengenai tempat dan jenis pekerjaan yang memiliki tingkat bahaya tinggi dan menerangkan usaha perlakuan dan mencegahnya supaya tak muncul kecelakaan.
e. Memberi buku dasar keselamatan kerja dan memberi apd lengkap misalnya sepatu safety, helm safety dll
f. Menempatkan poster, slogan, spanduk dan lain-lain ditempat tertentu dan ditempat kerja.
g. Memberi pendidikan dan kursus keselamatan kerja.

Mencegah Kecelakaan
2. Mempersiapkan prasarana dan fasilitas kerja yang ideal :
a. Tempat kerja yang ideal dan penuhi ketetapan keselamatan kerja.
b. Peletakan mesin dengan jarak tertentu hingga beberapa pekerja bisa bergerak leluasa dan keselamatan kerja terjamin.
c. Mempersiapkan alat-alat yang cukup dan dalam keadaan baik.
d. Mesin-mesin mesti terproteksi dengan baik hingga tak membahayakan pekerja.
e. Ruang untuk jalan bagi pekerja mesti cukup lebar.
f. Alat-alat kerja mesti disimpan ditempat yang aman dan mesti terpelihara dengan baik.

Penaggulangan kecelakaan akibat kebakaran
1. Janganlah buang puntung rokok ke tempat yang gampang terbakar
2. Jauhi sumber-sumber menyala ditempat terbuka
3. Jauhi perlengkapan yang gampang meledak

Peralatan pemadam kebakaran
Terbagi dalam 2 jenis yakni :
1. Alat pemadam yang dipasang ditempat. Misalnya yakni air automatis, pipa air, pompa air dan selang untuk aliran listrik.
2. Alat pemadam yang bisa di bawa yakni alat pemadam kebakaran dan bahan kering CO2 atau busa.

Kebakaran akibat instalasi listrik dan petir :
1. Buat instalasi listrik sesuai sama ketentuan
2. Pakai sekring/MCB sesuai sama ukuran
3. Pakai kabel standar yang baik
4. Jauhi percabangan antar rumah
5. Ubah kabel dan instalasi yang sudah usang

Kecelakaan pada zat beresiko
a) Bahan eksplosif yakni bahan yang gampang meledak. Contoh : garam logam yg bisa meledak krn oksidasi diri, tanpa ada dampak tertentu dari luar.
b) Beberapa bahan yang mengoksidasi yakni bahan ini kaya O2, hingga kemungkinan kebakaran begitu tinggi
c) Beberapa bahan yg gampang terbakar yakni tingkat bahaya beberapa bahan ini ditetapkan oleh titik bakarnya, semakin rendah titik bakarnya, semakin beresiko.
d) Bahan beracun
e) Bahan korosif mencakup asan alkali, atau bahan lain yg mengakibatkan kebakaran pd kulit yang tersentuh
f) Bahan radioaktif yakni mencakup isotop radioaktif dan semuanya persenyawaan yg memiliki kandungan bahan radioaktif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s