Safety First – Keselamatan adalah Hak Mutlak Setiap Pekerja

Dua hari kemarin saya memiliki kesempatan untuk memperoleh training mengenai Environment, Health and Safety. Hal semacam ini adalah bagian dari rangkaian training yang akan saya ikuti 6 bln. ke depan. Dalam training ini, beberapa hal yang saya peroleh dan memperbaharui pola fikir dan cara pandang saya mengenai safety.

Image result for safety first

Hal pertama yaitu kalau arti “Safety First” itu mesti betul-betul diaplikasikan, bukan sekedar sebagai slogan saja. Hak untuk Keselamatan itu adalah hak paling utama dan mutlak didalam bekerja. Negara dengan terang menanggung kalau keselamatan dalam bekerja itu begitu penting. Bahkan juga lebih penting dari pada hak untuk beragama. Hal semacam ini bisa diliat dari urutan pasal dalam UUD 1945. Pasal 27 ayat 2 yang mengatur hak pekerjaan dan pasal 29 ayat 2 yang mengatur mengenai hak beragama. Pasal 27 ayat 2 berbunyi “ Masing-masing warga negara memiliki hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.

Dari pasal itu bisa disimpulkan kalau tiap-tiap warga negara untuk memperoleh hidup layak maka si pekerja mesti tetaplah selamat dalam bekerja. Hal semacam ini tunjukkan kalau tiap-tiap perusahaan mesti menanggung keselamatan beberapa pekerja dalam bekerja, baik itu dalam pengadaan alat pelindung diri, pengadaan lingkungan kerja yang aman, dan bahkan juga pengadaan sosialisasi (penyuluhan) mengenai safety. ada baiknya para pekerja selalu menggunakan APD ketika sedang berada di area kerja. minimal gunakan sepatu safety terbaru dan helm safety yang masih layak pakai.

Hal Ke-2, safety lebih penting daripada produktivitas. Tetapi tak bermakna kalau beberapa pekerja bisa bermalas – malasan karena argumen safety. Safety mesti lebih diprioritaskan, karena kerapkali dalam keadaan pencapaian tujuan yang tinggi, keselamatan kerap dikesampingkan.

Beberapa pekerja dituntut untuk bekerja lebih cepat dan efektif dan lebih lama. Kerapkali tunturan tujuan mengakibatkan si pekerja mesti bekerja overtime walau sebenarnya dalam keadaan yang drop tak sangat mungkin. Hal seperti ini bisa menyebabkan kecelakaan kerja yang menyebabkan kerugian pada perusahaan dan pekerja. Telah banyak contoh masalah yang tunjukkan kalau pekerjaan yang ditangani di luar keadaan sempurna besar kemungkinan menyebabkan kecelakaan kerja, karena konsentrasi dari si pekerja telah alami penurunan mencolok.

Hal ketiga, Atasan yang baik yaitu atasan yang senantiasa memberi contoh pada bawahan kalau safety yaitu yang paling utama, yaitu dari sisi kekonsistenan penggunaan alat pelindung kerja. Diluar itu atasan yang baik mesti senantiasa mengingatkan dan mendidik karyawannya akan pentingnya safety. Jika ada kecelakaan kerja yang berlangsung di ruang kerja, itu merupaka kekeliruan dari atasan di ruang itu, walau kecelakaan itu dikarenakan oleh kelalaian si pekerja. Karena si atasan tak menyapa dan menuntun si pekerja untuk berperilaku +y.

Dalam membudayakan tingkah laku safety yaitu yang paling utama memanglah membutuhkan saat dan usaha yang cukup keras. Sekianlah sebagian item penting yang saya peroleh dari training itu. Dari training itu saya memiliki komitmen kalau pada waktunya kelak, ketika saya telah terjun ke pekerjaan teratur keseharian yaitu 6 bln. mendatang, saya akan mewujudkan kalau Keselamatan yaitu hak paling utama tiap-tiap pekerja sama pentingnya dengan hak hidup. Dan saya akan menanamkan pola fikir kalau “Keselamatan diawali dari diri saya”. Salam safety…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s